Kisah Hidup Anne Frank Yang Tertulis Indah Dalam Buku Hariannya

Wajib Dibaca Juga!

Selama lebih dari 70 tahun, kisah persembuyian remaja bernama Anne Frank di Amsterdam telah menjadi salah satu kengerian Perang Dunia II. Pada tahun 1942, Anne Frank menulis di tempat persembunyiannya bahwa dia berada di Secret Annex, tempat dia tinggal bersama tujuh orang Yahudi lainnya mereka dikurung lebih dari dua tahun, 4 Agustus 1944, Anne dan anggota lainnya oleh polisi rahasia Belanda.

Mereka dikirim ke kamp konsentrasi di kamp Bergen-Belsen, Anne Frank meninggal pada tahun 1945. Otto Frank, ayah Anne, adalah satu-satunya yang selamat. Kisah ini tidak akan terjadi tanpa Miep yang mengambil buku harian Anne dari paviliun dan mengirimkannya ke Otto setelah perang.

Pengasingan Anne Frank sebelum ia menulis diary

Shutterstock/GiuseppeCrimeni

Anne Frank lahir pada 12 Juni 1929 di Jerman, tetapi hidupnya berubah dengan kematian rezim Hitler pada tahun 1933 di bawah tekanan dari kebijakan anti-Semit, Keluarga Frank pindah ke Amsterdam, di sana, Anne Frank bersekolah di sekolah Montessori hingga Jerman menginvasi Belanda pada tahun 1940.

Kebijakan anti-Semit masuk di Belanda: Orang Yahudi tidak menggunakan transportasi umum, duduk di taman atau keluar di tempat umum setelah jam 8 malam.

“Dia belum genap berusia empat tahun ketika penganiayaan terhadap orang Yahudi oleh Jerman dimulai, dan sejak akhir hari-harinya yang menyedihkan dia hidup sebagai pengungsi” jelas New Yorker.

Memiliki nama samaran

Shutterstock/Anton_Ivanov

Kisah hidup Anne Frank Setelah Perang Dunia II, Otto Frank ayah dari Anne Frank  membawa buku harian putrinya Anne untuk diterbitkan. Otto Frank memilih untuk menggunakan nama asli Frank.

Menurut ThoughtCo, Anne Frank memiliki sebenarnya miliknya sendiri yaitu Anne Aulis dan nama samaran Anne Robin buku hariannya. Dalam buku hariannya dia juga memberikan nama samaran untuk keluarga.

Margot dipanggil Betty, ibu Edith dipanggil Nora dan ayah Otto dipanggil Frederik.

Menderita masalah kesehatan mental yang serius

Shutterstock/Tatiana Popova

Salah satu fakta yang diyakini banyak orang tentang Anne adalah bahwa dia adalah seorang yang sangat optimis. Seperti yang dicatat The New Yorker, drama Broadway tahun yang berdasarkan kisahnya juga menggambarkan bahwa Anne Frank pribadi yang lucu, ceria, dan penuh harapan.

Namun, fokus banyak orang pada satu kalimat ini, justru fakta sesungguhnya yang dialami Anne Frank, seperti trauma dalam ketakutan, stress dan kesedihan yang dialaminya. Frank menulis dengan tajam tentang penderitaannya.

“Keheningan yang mematikan dan penyesuaian yang menggantung di atas melekat pada saya seolah-olah itu akan menyeret saya ke terdalam di bawah dunia,” katanya dalam entri Oktober 1943.

Pada musim gugur 1943, Anne Frank dirawat karena depresi kecemasan. Dia juga menerima obat dalam bentuk valerian, dekstrosa, minyak hati ikan kod kalsium.

Anne dan kemampuan menulisnya

Shutterstock/sweeann

Menurut Anne Frank House, pada tanggal 28 Maret 1944, Anne Frank mendengar siaran dari menteri Belanda Gerritt Bolkestein di radio yang mendesak warga untuk menyimpan catatan pribadi yang akan menjadi catatan sejarah bagi penduduk Jerman.

Tulisannya di antara dua buku harian menunjukkan kedewasaan dan kemahirannya sebagai seorang penulis. Anne Frank mengungkapkan dalam buku hariannya bahwa dia ingin menjadi jurnalis profesional setelah perang usai.

Kisah inilah yang tertuang dalam buku nya yang sangat populer. Jika kamu belum membacanya, kamu bisa dapatkan buku tersebut di toko buku terdekat, lho.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Populer