Panutan! 5 Wanita Muslim Ini Jadi Ilmuwan yang Sangat Berpengaruh di Dunia

Wajib Dibaca Juga!

Terlahir sebagai perempuan bukanlah halangan untuk menciptakan karya yang mengesankan untuk dunia. Contohnya adalah ilmuwan wanita Muslim berikut ini.

Mereka sangat cerdas, berani, dan mampu menciptakan sesuatu yang mengubah dunia. Keberhasilannya membuktikan bahwa tidak hanya laki-laki tapi juga perempuan bisa menjadi ilmuwan dan berperan dalam kemajuan peradaban.

Mari kita bahas lebih detail beberapa ilmuwan wanita muslim paling berpengaruh di dunia, dirangkum dari berbagai sumber di bawah ini.

1. Sutayta al-Mahamali

Source: Islam Ramah

Sutayta adalah nama seorang ilmuwan muslim wanita yang merupakan ahli matematika pada abad ke-10. Dia sangat pandai dalam aljabar. Kecerdasan Sutayta dalam matematika tidak semata-mata berasal dari ayahnya, Abu Abdallahal-Hussein. Sutayta juga mendapat ilmu dari beberapa ilmuwan matematika di zaman itu.

Sutayta al-Mahamali adalah seorang wanita yang tidak hanya ahli dalam bidang ini tetapi memiliki jangkauan ilmu yang sangat luas. Misalnya, ia memiliki keahlian di bidang Hadits dan Syariah. Namun dari semua kelebihan yang dimilikinya, ia populer sebagai ahli matematika, terutama ahli aritmatika. Aritmatika adalah cabang matematika yang mempelajari bilangan bulat positif melalui penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Saat itulah aritmatika menjadi cabang matematika yang sangat berkembang, dan Sutayta menjadi salah satu ilmuwan muslim yang berhasil menemukan solusi sistem persamaan matematika. Ternyata keberhasilan ini memberikan kontribusi yang besar terhadap pengembangan pengetahuan yang dilakukan oleh para ilmuwan matematika.

2. Dr. Bina Shaheen Siddiqui

Source: Kaskus

Prof. Dr. Bina Shaheen Siddiqui, lahir pada 2 Februari 1948 di Pakistan, adalah seorang cendekiawan Muslim yang sangat berkontribusi. Dia berhasil mendapatkan gelar Ph.D. dari Universitas Pakistan pada tahun 2001. Memperoleh 12 paten termasuk obat anti kanker.

Kalian mungkin belum mengenalnya, tetapi karyanya digunakan di seluruh dunia. Meski tidak terlahir dari keluarga kaya, ia berhasil memperoleh gelar doktor (S3) dan saat ini diangkat sebagai profesor di HEJ Institute of Chemistry.

Ilmuwan muslim wanita ini banyak melakukan penelitian di bidang pertanian dan kedokteran. Dengan demikian, ia telah menerima banyak penghargaan atas pencapaian ilmiahnya selama 30 tahun terakhir.

3. Mariam Al-Ijiliya

Source: Kompas.com

Mariam al-Ijliya adalah nama seorang ilmuwan Muslim yang tinggal di Aleppo, Suriah pada abad ke-10. Seorang sarjana yang dikenal karena merancang dan membangun astrolabe. Astrolabe adalah perangkat penentuan posisi global yang menentukan posisi matahari dan planet-planet. Perangkat buatan tangan ini digunakan untuk astronomi ilmiah, astrologi dan horoskop.

Astrolabe digunakan untuk memberitahu waktu dengan menemukan lokasi dari lintang dan bujur dan untuk navigasi. Sedangkan bagi umat Islam sendiri, Astrolabe ini digunakan untuk menentukan arah kiblat, waktu shalat, dan awal Ramadhan dan Idul Fitri.

 Ilmuwan muslim wanita ini adalah salah satu ilmuwan muslim yang karyanya jarang diberitakan dalam sejarah. Karakter Mariam adalah seorang wanita yang berprestasi di dunia astronomi. Hal ini diceritakan dalam bibliografi Al Fihrist Ibn al-Nadim.

4. Rufaida Al-Aslamia

Source: artsandculture.google.com

Rufaida al-Aslamiah, dikutip dari Saudi Gazette, adalah seorang ilmuwan muslim wanita tangguh yang telah mengukir sejarah Islam. Dia adalah perawat dan ahli bedah wanita pertama di dunia Islam.

Rufaida Al-Aslamia lahir pada tahun 570 M dan tinggal di Madinah, Arab Saudi. Ayahnya Saad al-Aslami adalah seorang dokter.

Rufaida adalah salah satu kelompok pertama di Madinah yang memeluk Islam. Bersama wanita Ansor lainnya, ia menghadiri penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW di Madinah.

5. Profesor Nesreen Ghaddar

Source: Alchetron

Nesreen Ghaddar adalah seorang insinyur terkenal dan sukses dari Lebanon. Dia adalah Profesor Teknik Mesin di American University of Beirut dan editor Journal of Applied Mechanics di Islamic World Academy of Sciences.

Tak hanya itu, ilmuwan muslim ini memiliki gelar Ph.D. Ia meraih gelar Ph.D. dari MIT dan menerima Penghargaan makalah terbaik dalam bidang Termofisika dari American Institute of Aeronautics and Astronautics pada tahun 1984.

Wow! Betapa hebatnya ilmuwan muslim wanita di atas yang membantu peradaban manusia jadi lebih maju. Mana favorit kalian?

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Populer