Ini Sejarah Hermès, Tas Brand Mewah dan Termahal Di Dunia

Wajib Dibaca Juga!

Wanita mana yang tidak tau brand Hermès? Apa yakin dia akan menolak jika di sodorkan tas Hermès? Pasti saja tidak. Produk Hermès memang sudah terkenal sejak lama dengan produk-produk legendarisnya yang terbuat dari bahan kulit.

Perjalanan panjang tentu telah dirasakan oleh label ini tentunya dalam menelurkan beberapa tas termahal di dunia. Namun ada beberapa fakta yang mungkin tidak diketahui oleh banyak orang dibalik sejarah tas Hermès ini. Yuk simak beberapa fakta cerita di balik sejarah tas Hermès.

1. Awalnya Menyediakan Perlengkapan Berkuda

Shutterstock/Elya Vatel

Rumah mode Hermès didirikan pada tahun 1873 oleh Thierry Hermes. Dengan awal produk yang ia jual merupakan produk perlengkapan kuda yang merupakan produk utama mereka. Rumah mode Hermès menjual harness berkuda dengan bahan atau material berkualitas tinggi.

Pada tahun 1880 label Hermès diambil alih oleh anaknya yang bernama Charles-Emile, serta memindahkan toko sang ayah ke 24 Rue Du Faubourg Saint’Honore.

Toko tersebut sedikit berkembang tidak hanya menjual produk harness saja, sang anak menambahkan produk saddle untuk berkuda yang menjadikan fokus pada label ini. Hingga saat ini tempat tersebut menjadi alamat tetap toko Hermès di Paris, Perancis.

2. Memperkenalkan Ritsleting

Shutterstock/Camera Rules

Sejarah tas Hermès mencatat bahwa sang anak dari Charles-Emile mengambil alih label Hermès ini pada tahun 1914. Dengan ini rumah mode Hermès ini menjadi rumah mode yang memperkenalkan resleting pertama kali di Perancis.

Adanya resleting pertama kali diperkenalkan dalam pengaplikasian di atas jaket yang digunakan untuk bermain golf, yang bertujuan untuk menyambung dua sisi kain yang terpisah pada jaket tersebut. Jaket tersebut merupakan jaket khusus yang dibuat untuk pangeran Edward, Princes of Wales.

Dari hal tersebutlah yang menjadikan resleting dikenal pada masa itu di Perancis dengan nama fermeture Hermès atau pengancing Hermès.

Apakah kamu tahu bahwa pada tahun 1920-an jika kotak tas Hermès bukan terbuat dari kotak yang berwarna orange. Bahwa kotak tas Hermès tersebut terbuat dari kulit babi imitasi yang berwarna krem. Hal itu disebutkan dalam sejarah tas Hermès.

Seiring berjalannya waktu dalam jangka beberapa tahun selanjutnya kemasan kotak Hermès pun diubah kembali oleh rumah mode Hermès, dengan menggunakan warna kuning mustard yang juga terbuat dari kulit babi imitasi.

3. Kotak Hermès

Shutterstock/Fortgens Photography

Pada perang dunia II merupakan fase kesulitan yang dihadapi oleh rumah mode Hermès ini, mereka kesulitan dalam mendapatkan kulit. Sehingga membuat mereka mengubah lagi kemasan kotak tas tersebut, menggunakan bahan berupa kertas berwarna orange.

Kemasan tersebut yang kemudian menjadi kemasan tetap dan menjadi sangat ikonik hingga saat ini.

4. Terinspirasi dari Aktris Grace Kelly

Shutterstock/Stefano Chiacchiarini ’74

Mungkin kamu tidak asing lagi dengan Kelly Bag, tas yang diluncurkan oleh rumah mode Hermès pada tahun 1930. Sebelumnya tas tersebut memiliki struktur tegas dan klasik itu dinamakan sebagai Sac a Depeches. Mungkin kamu tahu kenapa tas tersebut bisa dinamakan dengan Kelly Bag? 

Sejarah tas Hermès ini mengungkapkan kisah dari perubahan nama tersebut bermula dari aktris legendaris Grace Kelly yang saat itu menjadi putri kerajaan Monaco.

Pada saat itu ia terlihat sedang menutupi kandungannya dengan menjinjing tas Sac a Depeches, dari kejadian tersebut yang membuat foto sang putri kemudian banyak dilihat orang-orang.

Di masa itulah rumah mode Hermès memutuskan untuk mengadopsi nama sang putri dalam produk tasnya tersebut.

5. Pertemuan yang Berujung Terciptanya Tas Birkin

Shutterstock/Camera Rules

Aktris Jane Birkin pada awal tahun 80’an sedang melakukan perjalanan menggunakan maskapai Air France menuju london. Saat itu Jane secara kebetulan berada duduk tepat di sebelah Jean-Louis Dumas yang saat itu telah menjabat menjadi CEO rumah mode Hermes.

Dalam penerbangan tersebut ada kejadian dimana Jane menumpahkan beberapa isi yang ada di dalam tasnya sehingga membuat Jean-Louis menyarankan Jane untuk menggunakan tas yang memiliki saku.

Dari peristiwa tersebut kemudian membuat Jane dan Jean-Louis bercakap-cakap membicarakan tentang bentuk sebuah tas yang ideal untuk dikenakan oleh Jane dengan nyaman.

Jane akhirnya mendapatkan ide tas yang baginya ideal untuk digunakan wanita dan dapat diletakkan di atas sebuah kantung mabuk udara yang tersedia di pesawat. Bagi Jane sebuah tas wanita yang ideal adalah memiliki proporsi yang tidak lebih besar dari koper suami dan lebih besar dari Kelly bag.

Pada akhirnya ide tersebut diterima dan disetujui dengan baik oleh Jean-Louis yang kemudian menginspirasinya untuk menciptakan tas Birkin yang memiliki tampilan elegan walaupun memiliki banyak ruang.

Itulah beberapa fakta menarik yang menjadi sejarah tas Hermès. Apakah anda juga tertarik untuk memilikinya?

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Populer